
Transformasi BUMN: Danantara Membangun Pondasi Kuat untuk Masa Depan Berkelanjutan
Mengevaluasi Kinerja Fundamental Perusahaan Milik Negara
Dalam langkah awal program restrukturisasi, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) akan memusatkan perhatian pada evaluasi fundamental bisnis seluruh perusahaan milik negara. Dengan lebih dari seribu entitas, mulai dari anak perusahaan hingga cicit, peninjauan ini sangat krusial. Terungkap bahwa sebagian besar keuntungan BUMN berasal dari segelintir perusahaan, sementara mayoritas lainnya justru mengalami kerugian besar yang mencapai puluhan triliun rupiah setiap tahun. Situasi ini menjadi prioritas utama yang harus diselesaikan oleh Danantara.
Meningkatkan Kapabilitas Internal untuk Keunggulan Kompetitif
Setelah tahap peninjauan fundamental, Danantara akan fokus pada penguatan kapabilitas internal BUMN. Proses ini melibatkan penerapan matriks evaluasi yang ketat untuk memastikan harapan masyarakat terhadap kinerja BUMN dapat terpenuhi. Sebagai contoh, saat ini terdapat banyak perusahaan logistik di bawah payung BUMN, seperti Angkasa Pura Logistik, Semen Logistik, dan Pelindo Logistik, namun skala operasionalnya masih terbatas dan kontribusinya belum optimal. Hal serupa juga terjadi pada sektor asuransi dan manajemen aset, di mana banyak entitas beroperasi tanpa memberikan dampak signifikan. Dengan pendekatan ini, Danantara berupaya menciptakan perusahaan-perusahaan yang lebih besar dan kompetitif.
Strategi Konsolidasi Bisnis Melalui Merger dan Akuisisi
Tahap selanjutnya dalam rencana Danantara adalah konsolidasi bisnis, yang akan diwujudkan melalui merger dan akuisisi. Diperkirakan akan ada sekitar 300 merger yang terjadi. Selain itu, Danantara juga akan melakukan spin-off terhadap unit bisnis yang tidak sesuai dengan kompetensi inti perusahaan. Contohnya, Pertamina memiliki cakupan bisnis yang sangat luas, termasuk rumah sakit, yang akan dipisahkan agar perusahaan dapat lebih berfokus pada inti bisnis minyak dan gasnya. Pendekatan ini akan memudahkan pengembangan model bisnis yang lebih efektif dan efisien, memastikan setiap BUMN beroperasi sesuai dengan keahlian utamanya.
