Saham Perbankan Jadi Incaran Utama Investor Asing di Tengah Kenaikan IHSG Menuju 8.000

Pada sesi perdagangan terbaru, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa yang mengesankan, bergerak stabil dan menunjukkan sinyal akan mencapai angka 8.000. Dalam kondisi pasar yang positif ini, saham-saham perbankan menjadi primadona bagi investor global, mengindikasikan adanya minat beli yang kuat dari luar negeri.

Saham-saham perbankan terkemuka seperti Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dan Bank Tabungan Negara (BBTN) mencatat volume pembelian bersih yang signifikan dari investor asing. Tercatat, BBRI membukukan net buy sebesar Rp 97,9 miliar, sementara BBTN menarik net buy senilai Rp 22,7 miliar. Meskipun Bank Central Asia (BBCA) sempat mengalami aksi jual bersih oleh asing sebesar Rp 1,69 triliun sejak awal pekan, saham ini masih menunjukkan net buy harian yang cukup besar yakni Rp 145,5 miliar pada hari perdagangan sebelumnya. Selain sektor perbankan, dua emiten yang baru saja tergabung dalam indeks MSCI, yakni Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) dan Dian Swastatika Sentosa (DSSA), turut menjadi incaran dengan masing-masing mencatat net buy asing sebesar Rp 62,3 miliar dan Rp 22,8 miliar. Daftar saham yang paling banyak dibeli oleh investor asing juga mencakup PSAB, NSSS, ANTM, PGAS, dan ENRG, menunjukkan diversifikasi minat beli di berbagai sektor.

IHSG sendiri berhasil mencetak rekor penutupan tertinggi sepanjang masa, dengan kenaikan 0,20% atau 15,9 poin, mencapai level 7.952,09. Capaian ini melampaui rekor sebelumnya dan bahkan sempat menyentuh level 8.022,76 selama sesi perdagangan intraday. Kinerja positif ini tercermin dari jumlah saham yang menguat (377 saham) dibandingkan yang melemah (288 saham), dengan total transaksi mencapai Rp 16,63 triliun yang melibatkan 44,48 miliar saham.

Prospek pasar saham Indonesia yang cerah ini menjadi cerminan dari fundamental ekonomi yang kuat dan kepercayaan investor yang meningkat. Kenaikan IHSG, didorong oleh masuknya modal asing ke sektor-sektor kunci seperti perbankan, menunjukkan optimisme terhadap pemulihan ekonomi dan potensi pertumbuhan yang berkelanjutan. Hal ini juga menjadi dorongan positif bagi seluruh pelaku pasar untuk terus berinovasi dan berkontribusi pada kemajuan ekonomi nasional.