Saham CDIA Prajogo Pangestu Terus Merosot, Investor Mulai Khawatir?

Harga saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), emiten yang terafiliasi dengan Prajogo Pangestu, melanjutkan tren penurunan signifikan pada perdagangan Kamis (7/8/2025). Setelah sempat menunjukkan penguatan di awal sesi, saham CDIA kembali merosot tajam, mencatat penurunan 3,24% menjadi Rp 1.645 per saham hingga pukul 10.40 WIB. Situasi ini menunjukkan tekanan jual yang kuat di pasar, dengan antrean penjualan mencapai 1,25 juta lot dan penawaran tertinggi pada level Rp 1.900, jauh melampaui volume permintaan beli yang hanya 587.902 lot.

Performa buruk CDIA ini merupakan kelanjutan dari tren negatif sejak saham tersebut dilepas dari mekanisme perdagangan full call auction (FCA). Dalam dua hari sebelumnya, CDIA telah mengalami penurunan berturut-turut, yakni 0,56% pada Selasa (5/8/2025) dan 4,49% pada hari berikutnya. Meskipun secara historis saham CDIA telah melonjak 765,79% dibandingkan harga IPO, nilai sahamnya kini telah merosot 10,11% dari harga puncaknya Rp 1.830 yang tercatat pada 28 Juli 2025. Fakta ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai stabilitas dan arah pergerakan saham CDIA ke depan.

Situasi yang dihadapi CDIA saat ini mencerminkan dinamika yang kompleks di pasar modal, di mana ekspektasi awal pasca-IPO seringkali diikuti oleh fase penyesuaian. Penting bagi para investor untuk menganalisis secara cermat fundamental perusahaan dan sentimen pasar guna membuat keputusan investasi yang bijaksana. Pergerakan harga saham yang fluktuatif juga mengingatkan kita akan pentingnya manajemen risiko dan diversifikasi portofolio dalam berinvestasi, demi mencapai keberhasilan finansial jangka panjang.