
Pada sesi perdagangan kemarin, pasar saham Indonesia menunjukkan kinerja yang luar biasa, dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang tidak hanya menguat tetapi juga mencatatkan rekor penutupan tertinggi sepanjang sejarah. Meskipun sempat menyentuh angka 8.000 di sesi pertama perdagangan, IHSG akhirnya ditutup menguat 0,20% atau naik 15,9 poin, mencapai level 7.952,09.
Di tengah penguatan signifikan IHSG ini, sektor perbankan menjadi sorotan utama bagi investor asing. Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) mencatat pembelian bersih (net buy) oleh investor asing masing-masing sebesar Rp 97,9 miliar dan Rp 22,7 miliar. Sementara itu, meskipun PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatat net buy sebesar Rp 145,5 miliar pada hari itu, investor asing juga tercatat melepas saham BBCA dengan net sell mencapai Rp 1,69 triliun sejak awal pekan. Selain saham-saham bank, dua emiten yang baru saja bergabung dengan indeks MSCI, yaitu Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) dan Dian Swastatika Sentosa (DSSA), juga menarik perhatian investor asing dengan catatan net buy masing-masing sebesar Rp 62,3 miliar dan Rp 22,8 miliar.
Total nilai transaksi pada perdagangan kemarin mencapai Rp 16,63 triliun, dengan 44,48 miliar saham berpindah tangan dalam 2,08 juta kali transaksi. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, 377 saham mengalami kenaikan, 288 saham melemah, dan 140 saham tidak bergerak. Pencapaian ini menegaskan optimisme pasar terhadap prospek ekonomi dan pasar modal domestik, meskipun ada beberapa gejolak dalam pergerakan saham individu.
Kinerja pasar saham yang terus membaik ini mencerminkan keyakinan investor, baik domestik maupun asing, terhadap potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stabil. Hal ini menunjukkan bahwa investasi di pasar modal, terutama pada sektor-sektor fundamental seperti perbankan, masih sangat menjanjikan dan memberikan peluang bagi setiap individu untuk turut serta dalam kemajuan ekonomi bangsa.
