PT Charnic Capital Tbk Melepas Sebagian Besar Saham PT Fuji Finance Indonesia Tbk

Pada awal September 2025, pasar modal diguncang oleh kabar penjualan saham dalam jumlah besar. PT Charnic Capital Tbk (NICK), sebuah entitas investasi besar, telah mengambil keputusan strategis untuk mengurangi kepemilikannya di PT Fuji Finance Indonesia Tbk (FUJI). Langkah ini dipandang sebagai bagian dari penyesuaian portofolio yang signifikan, dengan implikasi potensial bagi struktur kepemilikan dan pergerakan pasar saham kedua perusahaan.

Detail Transaksi Penjualan Saham yang Mempengaruhi Fuji Finance

Pada hari Selasa, 2 September 2025, Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi saksi atas transaksi substansial ketika PT Charnic Capital Tbk (NICK), salah satu investor utama di PT Fuji Finance Indonesia Tbk (FUJI), secara resmi melepas sebagian besar saham yang dimilikinya. Transaksi ini melibatkan penjualan sebanyak 54.982.700 lembar saham FUJI dengan harga Rp 400 per lembar, menghasilkan nilai total sebesar Rp 21,99 miliar.

Anton Santoso, Direktur Utama PT Charnic Capital Tbk, menjelaskan bahwa divestasi ini didasari oleh tujuan alokasi portofolio investasi. Sebelumnya, NICK memegang posisi sebagai pemegang saham terbesar kedua di FUJI, dengan persentase kepemilikan mencapai 23,48%. Pasca transaksi masif ini, kepemilikan NICK di FUJI berkurang drastis menjadi 250.298.100 lembar saham, yang setara dengan 19,25% dari total saham beredar.

Pergeseran kepemilikan ini secara otomatis mengubah lanskap pemegang saham FUJI. Setelah penjualan, komposisi kepemilikan saham di PT Fuji Finance Indonesia Tbk menjadi sebagai berikut: Indovalue Capital Asset tetap menjadi pemegang saham mayoritas dengan 55%, diikuti oleh PT Charnic Capital Tbk dengan 19,25%, Masyarakat Non Warkat 11,27%, PT Okansa Fuji Shosha 10%, dan Anton Santoso sendiri memiliki 0,25%.

Kejadian ini terjadi di Jakarta, di jantung aktivitas pasar modal Indonesia, dan menarik perhatian para pelaku pasar serta investor. Harga saham yang disepakati sebesar Rp 400 mencerminkan valuasi pasar pada saat transaksi terjadi, dan dampaknya terhadap harga saham FUJI di masa depan akan terus dicermati.

Dari sudut pandang seorang pengamat pasar, peristiwa ini menunjukkan dinamika yang senantiasa bergerak dalam dunia investasi. Keputusan PT Charnic Capital Tbk untuk melakukan divestasi saham FUJI, meskipun signifikan dalam skala, menggarisbawahi pentingnya strategi alokasi portofolio investasi yang adaptif. Investor harus senantiasa mengevaluasi aset mereka dan membuat keputusan berdasarkan kondisi pasar, prospek perusahaan, dan tujuan investasi jangka panjang. Pergeseran kepemilikan ini tidak hanya mengubah struktur pemegang saham FUJI tetapi juga dapat memberikan sinyal bagi pasar mengenai persepsi nilai dan arah strategis perusahaan di masa mendatang. Oleh karena itu, bagi investor lain, ini adalah pengingat untuk selalu melakukan riset mendalam dan memahami motivasi di balik setiap pergerakan besar di pasar saham.