
Dalam pidato kenegaraannya pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD, Jumat (15/8/2025), Presiden Prabowo Subianto secara khusus membahas peran fundamental dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Beliau menjelaskan bahwa entitas ini didirikan dengan tujuan utama untuk mempercepat laju investasi serta proses hilirisasi kekayaan alam dan sektor-sektor strategis lainnya di Indonesia. Inisiatif ini digulirkan dengan visi yang jelas, yaitu untuk membuka jutaan kesempatan kerja yang berkualitas bagi masyarakat.
Prabowo menggarisbawahi bahwa Danantara merupakan lembaga pengelola investasi dengan skala yang masif, membawahi aset yang nilainya melebihi satu triliun dolar Amerika Serikat. Dengan kapasitas finansial sebesar ini, Danantara diproyeksikan akan menjadi motor penggerak utama dalam penciptaan lapangan kerja, terutama yang berfokus pada sektor hilirisasi. Lebih lanjut, Rosan Roeslani, CEO Danantara, yang berdiri sejak 24 Februari 2025, mengungkapkan bahwa 844 perusahaan BUMN beserta anak dan cucu perusahaannya akan terintegrasi sebagai bagian dari dana kekayaan kedaulatan (sovereign wealth fund) ini. Rosan menambahkan bahwa pembentukan Danantara sangat relevan dengan kondisi global saat ini, di mana ketegangan geopolitik meningkat, sehingga memaksa banyak negara untuk lebih mengandalkan kekuatan ekonomi internal mereka.
Keberadaan Danantara menjadi simbol komitmen pemerintah untuk memperkuat fondasi ekonomi domestik melalui investasi strategis dan pemanfaatan sumber daya secara optimal. Langkah ini tidak hanya akan mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga akan memberikan dampak positif yang signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja yang berkelanjutan. Hal ini mencerminkan semangat kebangsaan untuk mandiri dan berdaya saing di kancah global, menegaskan bahwa dengan strategi yang tepat, Indonesia mampu mengatasi tantangan ekonomi dan mencapai kemajuan yang lebih besar.
