Perubahan Kepemilikan Signifikan di KRYA: Tiga Pemegang Saham Utama Melepas Ratusan Juta Saham

Tiga pemegang saham penting dari PT Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk. (KRYA) telah melakukan penjualan besar-besaran saham mereka, mencapai 748,76 juta lembar senilai Rp24,71 miliar pada 25 Agustus 2025. Peristiwa ini menandai dimulainya babak baru bagi perusahaan konstruksi tersebut, di mana perubahan signifikan dalam struktur kepemilikan sedang berlangsung. Pelepasan saham ini dilakukan dalam konteks rencana pengambilalihan oleh pihak eksternal, yang mengisyaratkan adanya strategi bisnis baru di masa mendatang.

Pergeseran kepemilikan saham ini melibatkan beberapa tokoh kunci dan entitas. Brigitta Notoatmodjo, Direktur KRYA, menjual seluruh 97,77 juta lembar sahamnya, atau setara dengan 5,88% dari total kepemilikan. Penjualan ini dikonfirmasi sebagai bagian dari proses akuisisi oleh calon pembeli terorganisir, Green City SG Pte Ltd. Selain itu, PT Bangun Karya Artha Lestari, yang sebelumnya merupakan pemegang saham pengendali, juga mengurangi kepemilikannya secara drastis sebanyak 529,08 juta saham atau 31,4%, menyisakan hanya 17%. Hok Gwan Dharmo Budiono pun ikut menjual 121,92 juta saham, membuat porsi kepemilikannya berkurang menjadi 9,52% dari sebelumnya 16,85%.

Sebagai kelanjutan dari proses ini, RICH, bersama dengan pihak-pihak terkait, telah menyelesaikan uji tuntas pada 28 Juli 2025, untuk mengakuisisi 62% saham KRYA. Saham ini nantinya akan dialokasikan kepada Green City SG Pte., Ltd. (GCSG) – sebuah perusahaan Singapura yang mayoritas dimiliki oleh RICH, Yang Jie, dan PT Green Power Group Tbk. Akuisisi ini bukan hanya sekadar perubahan kepemilikan, tetapi juga merupakan bagian dari visi strategis RICH untuk mengonsolidasikan bisnis di sektor kendaraan listrik (EV) dengan melakukan penyertaan sebesar 51% pada perusahaan EV yang akan diumumkan kemudian, menandakan diversifikasi usaha KRYA ke arah yang lebih ramah lingkungan dan inovatif.

Peristiwa ini menunjukkan dinamika pasar modal yang sehat, di mana perubahan kepemilikan saham seringkali menjadi sinyal restrukturisasi dan ekspansi bisnis. Akuisisi oleh investor strategis seperti Green City SG Pte Ltd dan RICH diharapkan tidak hanya membawa suntikan modal, tetapi juga pengalaman dan jaringan baru yang dapat mendorong KRYA menuju pertumbuhan yang lebih pesat, terutama di sektor-sektor berkembang seperti kendaraan listrik. Ini adalah langkah yang berani dan proaktif, yang berpotensi menciptakan nilai jangka panjang bagi semua pemangku kepentingan dan berkontribusi pada kemajuan ekonomi nasional.