
Pengelola indeks global FTSE Russell telah mengumumkan penyesuaian signifikan terhadap konstituen indeks FTSE Global Equity Series. Perubahan ini, yang dijadwalkan berlaku efektif mulai 22 September 2025, akan berdampak pada portofolio investasi dan persepsi pasar terhadap berbagai emiten. Penyesuaian ini merupakan bagian dari evaluasi berkala yang dilakukan FTSE Russell untuk memastikan indeks mencerminkan kondisi pasar terkini dan kapitalisasi pasar perusahaan.
Pergeseran komposisi indeks kali ini menunjukkan dominasi saham-saham dari kelompok konglomerat yang berhasil masuk dalam daftar. Salah satu yang menonjol adalah PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dari grup Sinarmas, yang kini terdaftar sebagai anggota dengan kapitalisasi besar. Di sisi lain, perubahan juga terjadi pada segmen kapitalisasi menengah dengan dikeluarkannya saham PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) dari daftar. Selain itu, beberapa emiten lain seperti PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI), PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP), PT Mulia Industrindo Tbk (MLIA), PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN), PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI), PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA), PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO), dan PT Ultrajaya Milk Industry Tbk (ULTJ) mengalami penyesuaian posisi pada segmen kapitalisasi mikro.
Penting untuk dipahami bahwa FTSE Russell Group, sebagai bagian dari London Stock Exchange Group (LSEG), memiliki peran krusial dalam menyediakan tolok ukur pasar keuangan global. Indeks FTSE 100, misalnya, dikenal sebagai cerminan performa 100 perusahaan terbesar yang terdaftar di LSE. Dengan adanya rebalancing ini, para investor dan pelaku pasar diharapkan dapat menyesuaikan strategi investasi mereka sejalan dengan komposisi indeks yang baru, mengingat pergerakan indeks seringkali menjadi indikator kesehatan pasar secara keseluruhan.
Perombakan indeks oleh FTSE Russell adalah langkah yang transparan dan didasari oleh metodologi yang ketat, memastikan bahwa indeks yang mereka sediakan tetap relevan dan akurat sebagai cerminan pasar. Bagi para pelaku pasar, perubahan ini bukan hanya sekadar daftar saham yang masuk atau keluar, melainkan sebuah sinyal untuk terus memantau dinamika ekonomi dan beradaptasi dengan perubahan yang ada. Dengan pemahaman yang mendalam mengenai pergerakan indeks dan fundamental perusahaan, kita dapat mengoptimalkan potensi keuntungan dan turut serta dalam memajukan iklim investasi yang sehat dan stabil.
