
Membangun Keyakinan Ekonomi: Indonesia Melaju Menuju Pertumbuhan Stabil!
Strategi Pemerintah dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Purbaya Yudhi Sadewa, membeberkan serangkaian bukti yang menegaskan membaiknya proyeksi ekonomi Indonesia, kendati sempat muncul kekhawatiran akan perlambatan. Dalam acara LPS Financial Summit 2025 di Surabaya, Purbaya menyoroti bahwa salah satu penanda utama adalah peningkatan signifikan dalam peredaran uang primer (M0).
Peran Krusial Uang Primer (M0) dalam Memicu Perekonomian
Purbaya menjelaskan bahwa pada Mei 2021, laju pertumbuhan M0 melonjak tajam hingga 19% secara tahunan, yang kemudian diikuti oleh peningkatan kredit dalam kurun waktu sekitar empat bulan. Ia menyebutkan, “Ini adalah kunci keberhasilan Presiden Jokowi dalam membalikkan arah ekonomi Indonesia. Saya mendorong peningkatan peredaran uang hingga positif 19%, dan tak lama kemudian, kredit mulai tumbuh.” Sejak akhir tahun lalu hingga April 2025, pertumbuhan M0 terus menunjukkan tren kenaikan, yang menurut Purbaya, “menciptakan dorongan signifikan bagi gairah ekonomi hingga akhir tahun 2024.”
Mengatasi Perlambatan Sementara dan Menjaga Stabilitas
Meskipun pertumbuhan M0 sempat melambat pada Juni 2025, turun menjadi 8,6% secara tahunan dari 14,5% pada bulan sebelumnya, Purbaya menegaskan bahwa perlambatan ini hanya bersifat sementara. Ia meyakinkan publik bahwa pemerintah dan otoritas terkait telah mengidentifikasi instrumen yang tepat untuk kembali memacu pertumbuhan. “Jangan khawatir, kami memahami apa yang perlu dilakukan,” ujarnya, menunjukkan keyakinan penuh terhadap kapasitas pemerintah dalam menjaga stabilitas dan momentum ekonomi.
Ketahanan Konsumen dan Lonjakan Optimisme Pasar
Purbaya juga menguraikan bahwa meskipun indeks kepercayaan konsumen sempat mengalami penurunan, daya beli masyarakat Indonesia tetap tangguh. Situasi saat ini mencerminkan sikap kehati-hatian konsumen dalam berbelanja akibat ketidakpastian global. Namun, ia menambahkan, “Pada awal tahun hingga April, banyak pihak cemas akan potensi keruntuhan ekonomi. Tetapi, inisiatif yang digagas pada awal April 2025 berhasil menumbuhkan optimisme, yang secara langsung meningkatkan ekspektasi pelaku usaha dan mendorong IHSG menembus level 7.500.” Hal ini mengindikasikan bahwa pasar keuangan dan sektor bisnis mempertahankan harapan positif terhadap prospek ekonomi nasional, bahkan di tengah gejolak global, dengan kemampuan ekonomi Indonesia untuk tetap mencapai pertumbuhan 5%.
Sinergi Sektor Publik dan Swasta untuk Pertumbuhan Berkelanjutan
Menarik perbandingan dengan era pemerintahan sebelumnya, Purbaya menilai bahwa pertumbuhan ekonomi di bawah Presiden SBY lebih banyak didorong oleh sektor swasta. Sebaliknya, pada masa Presiden Jokowi, dorongan utama berasal dari pemerintah melalui proyek-proyek infrastruktur berskala besar. “Jika kita dapat menyatukan kekuatan, dengan sektor swasta dan pemerintah berkolaborasi, mencapai pertumbuhan 5-6% bukanlah hal yang sulit. Prospek ekonomi kita sangat cerah,” pungkas Purbaya, menggarisbawahi pentingnya sinergi untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan berkelanjutan.
