
Pada tahun 2025, Mandiri Jogja Marathon (MJM) kembali diadakan dengan peserta terbanyak sepanjang sejarahnya. Acara yang diselenggarakan di Yogyakarta ini bukan hanya sekadar lomba lari tetapi juga menjadi platform kolaborasi lintas sektor, menggabungkan olahraga, budaya, pariwisata, serta keberlanjutan. Dengan total hadiah Rp 2,5 miliar dan dukungan berbagai program sosial, MJM 2025 mencerminkan upaya serius Bank Mandiri dalam mendorong sport tourism sebagai katalis pertumbuhan ekonomi lokal. Acara ini menarik perhatian ribuan pelari dari 17 negara serta memberikan dampak signifikan pada aktivitas ekonomi di Yogyakarta.
Berlangsung di kawasan Candi Prambanan, MJM 2025 menghadirkan empat kategori perlombaan, yakni Marathon (42K), Half Marathon (21K), 10K, dan 5K Fun Run. Ribuan peserta memulai start pagi hari pukul 04.25 WIB, melewati rute yang telah disertifikasi oleh AIMS dan dirancang untuk memperlihatkan keindahan warisan budaya Yogyakarta seperti Candi Plaosan dan Monumen Taruna. Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi, menyampaikan bahwa acara ini merupakan wujud nyata kolaborasi antara pihaknya, komunitas lokal, para pelari internasional maupun nasional, serta pelaku UMKM.
Di sektor Full Marathon Open, atlet-atlet asal Kenya mendominasi dengan pencapaian waktu terbaik di kedua kategori putra dan putri. Sementara itu, dalam kategori nasional, Indonesia berhasil tampil impresif melalui Nofeldi Petingko dan Ina Lidya Utari Damayanti yang meraih juara di sektor putra dan putri. Prestasi ini menunjukkan peningkatan kualitas pelari lokal secara signifikan.
Selain kompetisi, MJM 2025 juga menampilkan pendekatan ESG yang matang. Program Mandiri Looping for Life menggalakkan daur ulang pakaian tak terpakai menjadi merchandise ramah lingkungan. Selain itu, fitur Livin’ Planet dalam aplikasi Livin’ by Mandiri memungkinkan peserta menghitung jejak karbon mereka dan menebusnya melalui penanaman pohon. Program TJSL Bank Mandiri melibatkan 18 desa di sekitar Prambanan dalam berbagai kegiatan edukatif, termasuk lomba mini race dan gotong royong kebersihan.
Acara ini juga meningkatkan aktivitas ekonomi di Yogyakarta dengan lonjakan lebih dari 35% dibandingkan minggu biasa. Sektor perhotelan, transportasi, konsumsi, hingga belanja produk khas DIY mengalami peningkatan permintaan selama pekan penyelenggaraan. Race Village di Candi Prambanan menjadi pusat interaksi antara peserta, komunitas lokal, dan publik melalui panggung hiburan, stan edukatif, bazar kuliner, serta produk-produk kreatif dari tenant lokal.
Puncak acara ditandai dengan penampilan grup musik NDX AKA yang memadati area terbuka Race Village dengan ribuan pengunjung. Transaksi di rute lari dan Race Village dilakukan secara nontunai menggunakan QRIS, kartu debit/kredit Mandiri, Livin’ Paylater, serta e-money edisi terbatas. Berbagai promo spesial juga diberikan kepada peserta, termasuk cashback, diskon merchant, cicilan 0%, serta kesempatan menang hadiah eksklusif seperti sepatu Adidas dan jam Garmin.
Dengan desain medali yang mengangkat elemen filosofis sumbu Yogyakarta dari Laut Selatan hingga Gunung Merapi, MJM 2025 menjadi simbol kontinuitas. Medali ini adalah bagian pertama dari rangkaian lima medali tahunan yang akan membentuk satu kesatuan visual hingga tahun 2029. Melalui harmoni antara olahraga, budaya, dan keberlanjutan, Mandiri Jogja Marathon 2025 menegaskan posisinya sebagai ajang sport tourism paling terintegrasi di Indonesia.
Ajang ini tidak hanya menjadi momen kompetisi bagi para pelari tetapi juga menghidupkan nilai-nilai inklusivitas dan keberlanjutan dalam skala nasional. Komitmen Bank Mandiri untuk terus mengembangkan MJM sebagai platform strategis menunjukkan langkah besar menuju pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat ekonomi lokal di wilayah tersebut.
