




Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) terus gencar mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya literasi dan inklusi keuangan. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan akses publik terhadap berbagai layanan finansial formal. Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat mengelola keuangan secara lebih cerdas, mengurangi potensi risiko finansial di masa depan, dan secara tidak langsung turut mendukung pertumbuhan ekonomi negara.
Herman Saheruddin, Kepala Kantor Persiapan Program Rehabilitasi dan Hubungan Kelembagaan LPS, dalam acara LPS Financial Festival di Surabaya, menggarisbawahi urgensi peningkatan literasi dan inklusi finansial. Menurutnya, pemahaman yang lebih baik tentang produk dan layanan keuangan dapat mendorong masyarakat untuk lebih aktif menabung di bank. Peningkatan dana simpanan ini pada gilirannya akan memperkuat kemampuan perbankan dalam menyalurkan kredit, yang merupakan salah satu motor penggerak perekonomian Indonesia.
Selain itu, Herman juga menegaskan komitmen LPS dalam menjamin simpanan nasabah di bank, sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Hal ini dilakukan untuk memberikan rasa aman dan kepercayaan kepada masyarakat agar tidak ragu menempatkan dananya di lembaga perbankan.
Tidak hanya fokus pada sektor perbankan, LPS juga tengah mempersiapkan diri untuk memperluas cakupan penjaminan ke sektor asuransi. Dimulai pada tahun 2028, LPS akan bertugas sebagai penjamin polis asuransi. Inisiatif ini merupakan upaya strategis untuk memperkuat jaringan perlindungan finansial bagi individu dan keluarga, membantu mereka menghadapi berbagai kemungkinan risiko yang tidak terduga di masa mendatang.
Melalui upaya edukasi yang berkelanjutan dan perluasan cakupan penjaminan, LPS bertekad untuk menciptakan ekosistem keuangan yang lebih stabil dan inklusif, memastikan setiap warga negara memiliki akses dan pemahaman yang memadai untuk merencanakan masa depan finansial yang lebih baik.
