
Aktivitas perdagangan saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) pada awal September 2025 menjadi sorotan utama di pasar modal. Perusahaan ini menyaksikan volume transaksi yang sangat besar, terutama di segmen negosiasi, yang menunjukkan pergerakan kepemilikan yang substansial. Transaksi ini tidak hanya menyoroti minat investor terhadap AMMN, tetapi juga mengindikasikan adanya restrukturisasi portofolio atau strategi investasi jangka panjang dari pemegang saham besar. Meskipun terjadi penurunan tipis pada harga saham di pasar reguler, volume transaksi negosiasi yang mengesankan ini memberikan gambaran yang lebih luas tentang kepercayaan terhadap prospek jangka panjang perusahaan.
Keterlibatan Grup Salim dalam kepemilikan AMMN menambah dimensi menarik pada peristiwa ini. Jaringan bisnis Salim, yang tersebar melalui berbagai entitas seperti PT Sumber Gemilang Persada (SGP), Medco, dan PT Pesona Sukses Cemerlang (PSC), menunjukkan strategi investasi yang terintegrasi dan terdiversifikasi. Konsolidasi kepemilikan oleh konglomerat ini, baik secara langsung maupun tidak langsung, menegaskan posisi strategis AMMN dalam ekosistem bisnis mereka. Hal ini juga memperkuat dugaan bahwa transaksi besar yang terjadi di pasar negosiasi merupakan bagian dari strategi internal yang lebih besar oleh Grup Salim untuk mengoptimalkan kendali dan sinergi dalam portofolio investasi mereka.
Dominasi Grup Salim dan Transaksi Besar AMMN
Pada 1 September 2025, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menjadi pusat perhatian di pasar negosiasi dengan terjadinya transaksi volume besar. Peristiwa ini mencakup perpindahan 226,49 juta lembar saham dengan rata-rata harga Rp 8.073, menghasilkan total nilai transaksi yang mencapai Rp 1,83 triliun. Meskipun ada transaksi besar ini, harga saham AMMN di pasar reguler menunjukkan penurunan sebesar 1,27% menjadi Rp 7.750, dengan volume transaksi harian sebesar 22,09 juta saham dan nilai transaksi Rp 172,4 miliar. Ini menunjukkan bahwa sebagian besar aktivitas terjadi di luar mekanisme perdagangan biasa.
Keterlibatan Grup Salim dalam kepemilikan AMMN menjadi faktor kunci dalam memahami dinamika transaksi ini. Grup Salim, yang awalnya masuk ke AMMN melalui IPO dengan PT Sumber Gemilang Persada (SGP), memegang 32,17% saham per 30 Juni 2025. Selain itu, keterkaitan Grup Salim dengan AMMN meluas melalui Medco, di mana Diamond Bridge Pte. Ltd. yang terafiliasi dengan Salim, menjadi pemegang saham utama. Jejak Grup Salim juga ditemukan melalui PT Pesona Sukses Cemerlang (PSC), yang dikelola oleh Fast Food Indonesia (FAST) dan individu yang terkait dengan Salim. Secara keseluruhan, kepemilikan tidak langsung Anthoni Salim di AMMN setelah IPO mencapai 7,14%, dan akumulasi kepemilikan Grup Salim melalui berbagai entitas bisnis diperkirakan mencapai 43,72%. Sementara itu, per 31 Juli 2025, pemegang manfaat utama AMMN adalah Agoes Projosasmito melalui PT AP Investment (15,45%) dan secara langsung (0,39%). Konsentrasi kepemilikan yang signifikan oleh Grup Salim ini mengisyaratkan bahwa transaksi jumbo di pasar negosiasi kemungkinan besar merupakan bagian dari strategi konsolidasi atau penyesuaian portofolio internal Grup Salim, yang bertujuan untuk memperkuat kontrol dan memanfaatkan sinergi lintas entitas bisnis mereka.
Implikasi Pergerakan Saham dan Strategi Korporasi
Terjadinya transaksi besar pada saham AMMN di pasar negosiasi menunjukkan adanya aktivitas signifikan di balik layar yang mungkin tidak sepenuhnya tercermin dalam pergerakan harga pasar reguler. Penurunan harga saham harian, meskipun volume transaksi negosiasi sangat tinggi, bisa jadi indikator bahwa transaksi ini bukan didorong oleh sentimen pasar jangka pendek, melainkan oleh strategi jangka panjang pemegang saham besar. Perbedaan antara harga transaksi negosiasi yang lebih tinggi dibandingkan harga pasar reguler menunjukkan bahwa investor yang terlibat dalam transaksi besar ini bersedia membayar premi untuk kepemilikan saham yang substansial, kemungkinan besar untuk tujuan kontrol strategis atau integrasi bisnis.
Strategi korporasi Grup Salim dalam mengkonsolidasi kepemilikan di AMMN melalui berbagai jalur, termasuk SGP, Medco, dan PSC, menggambarkan pendekatan yang komprehensif dalam mengelola portofolio investasi mereka. Diversifikasi jalur kepemilikan ini memberikan fleksibilitas operasional dan finansial, serta memungkinkan Grup Salim untuk mengoptimalkan struktur kepemilikan mereka sesuai dengan tujuan strategis masing-masing entitas. Dalam konteks yang lebih luas, transaksi semacam ini bisa jadi merupakan bagian dari upaya Grup Salim untuk memperkuat posisi mereka di sektor pertambangan dan energi, serta menciptakan sinergi antarperusahaan dalam ekosistem bisnis mereka. Aktivitas ini juga bisa menandakan persiapan untuk proyek-proyek besar di masa depan atau restrukturisasi internal yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan nilai bagi pemegang saham. Oleh karena itu, lonjakan transaksi di AMMN, yang didorong oleh kepentingan strategis Grup Salim, bukan sekadar peristiwa pasar biasa, tetapi cerminan dari ambisi dan perencanaan jangka panjang dalam dunia korporasi yang dinamis.
