Lonjakan IHSG Pagi Ini: Euforia Pasar Global dan Sinyal Kebijakan The Fed

Pembukaan perdagangan pagi ini menunjukkan optimisme yang meluas di pasar keuangan, terutama di Bursa Efek Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami lonjakan signifikan, mencatat kenaikan sebesar 1% di awal sesi. Penguatan ini mencerminkan respons positif investor terhadap perkembangan global, khususnya sinyal kebijakan moneter dari Amerika Serikat. Dinamika pasar ini tidak hanya berdampak pada pergerakan saham, tetapi juga pada obligasi dan nilai tukar mata uang, menunjukkan keterkaitan erat antara kebijakan ekonomi global dan performa pasar domestik.

Kenaikan IHSG ini tidak terlepas dari sentimen dovish yang disampaikan oleh pimpinan bank sentral AS, The Fed, yang mengindikasikan fleksibilitas dalam penyesuaian suku bunga. Pernyataan tersebut disambut baik oleh pelaku pasar di seluruh dunia, memicu gelombang euforia yang mendorong kenaikan tajam di berbagai bursa saham. Pemulihan pasar juga terlihat dari kinerja impresif di Wall Street, di mana indeks-indeks utama berhasil mencetak rekor baru, menandakan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi dan stabilitas pasar.

Dorongan Kebijakan Moneter The Fed

Pagi ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat kenaikan substansial sebesar 1%, atau 80,1 poin, mencapai level 7.938,95. Reaksi positif pasar ini didominasi oleh pengaruh dari pidato Ketua The Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell, dalam Simposium Ekonomi Jackson Hole. Pernyataan dovish Powell mengenai potensi pemangkasan suku bunga menginspirasi optimisme di kalangan investor. Hal ini memicu euforia di pasar saham dan obligasi global, sekaligus menekan nilai dolar AS.

Kinerja IHSG yang melonjak signifikan pagi ini merupakan cerminan dari euforia global yang dipicu oleh sinyal kebijakan yang lebih longgar dari The Fed. Sebanyak 361 saham mengalami kenaikan, sementara 124 saham turun, dan 469 lainnya tidak bergerak. Volume transaksi mencapai Rp 1,15 triliun, dengan 2,21 miliar saham berpindah tangan dalam 127.900 transaksi. Pasar menilai bahwa peluang pemangkasan suku bunga pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) September semakin besar, setelah Powell menyatakan bahwa risiko terhadap pasar tenaga kerja meningkat. Ekspektasi ini telah meningkatkan kepercayaan investor dan memperluas reli di bursa-bursa global, termasuk di Asia-Pasifik, di mana indeks Nikkei 225 Jepang melompat 1,08%, Kospi Korea Selatan menguat 0,75%, dan S&P/ASX 200 Australia terkerek 0,87%. Pergerakan positif ini menunjukkan bahwa pasar saham Indonesia sangat responsif terhadap kebijakan makroekonomi global, terutama yang berasal dari ekonomi terbesar seperti Amerika Serikat.

Optimisme Pasar Global dan Rekor Wall Street

Respons global terhadap sinyal dovish dari The Fed sangat kuat, tercermin dari reli tajam di bursa saham seluruh dunia. Wall Street, pasar keuangan terbesar di dunia, menunjukkan penguatan yang kompak, dengan Dow Jones Industrial Average (DJIA) bahkan mencetak rekor penutupan tertinggi baru. Kenaikan ini menandai pemulihan yang mengesankan bagi pasar saham Amerika Serikat setelah periode koreksi sebelumnya.

Pada perdagangan Jumat (23/8/2025), Wall Street mencatat kenaikan signifikan, dipimpin oleh lonjakan 846 poin atau 1,89% pada Dow Jones Industrial Average (DJIA), yang ditutup di level 45.631,74, menandai rekor tertinggi baru. Indeks S&P 500 juga naik 1,52%, mengakhiri tren pelemahan selama lima hari berturut-turut, sementara Nasdaq Composite menguat 1,88%, didorong oleh performa gemilang saham-saham teknologi raksasa seperti Nvidia, Meta, Alphabet, Amazon, dan Tesla. Pencapaian rekor baru DJIA ini menunjukkan pemulihan luar biasa, setelah sempat terpuruk hingga 16% dari puncaknya pada April. Kini, DJIA telah bergabung dengan S&P 500 dan Nasdaq Composite yang sebelumnya telah mencapai rekor pada 27 Juni, menegaskan optimisme pasar terhadap prospek ekonomi global dan kinerja korporasi di tengah ekspektasi kebijakan moneter yang akomodatif.