Kota Resor Perancis Terapkan Denda Ketat untuk Pakaian Terbuka

Kota Les Sables d'Olonne di Perancis, sebuah destinasi liburan yang populer, kini memberlakukan regulasi ketat terkait etika berpakaian di area publik. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk menjaga kesopanan dan kebersihan di seluruh kota, terutama di luar batas pantai. Kebijakan baru ini, yang didukung oleh pemerintah kota dan disambut baik oleh sebagian besar warga, menunjukkan komitmen terhadap standar perilaku yang lebih tinggi bagi pengunjung maupun penduduk setempat.

Resor Perancis Terapkan Denda untuk Pakaian Terbuka

Pada tanggal 29 Juli 2025, Wali Kota Les Sables d'Olonne, Yannick Moreau, secara resmi mengumumkan pemberlakuan denda bagi siapa saja yang kedapatan berjalan di area kota dengan pakaian minim atau hanya mengenakan pakaian renang. Aturan ini, yang secara tegas melarang penampilan \"setengah telanjang\" di luar pantai, memiliki konsekuensi finansial yang tidak sedikit. Pelanggar kebijakan ini berpotensi dikenakan sanksi denda hingga €150, atau setara dengan sekitar Rp2,8 juta.

Moreau menjelaskan bahwa keputusan ini didasari oleh rasa hormat terhadap penduduk lokal yang merasa tidak nyaman dengan pemandangan orang-orang berpakaian terlalu terbuka di tengah kota mereka. Ia juga menyoroti pentingnya menjaga kebersihan, terutama di area pasar, toko-toko, dan jalanan umum yang ramai. Pesan yang jelas disampaikan adalah bahwa pameran fisik dan gaya berpakaian yang terlalu santai sebaiknya hanya dilakukan di garis pantai sepanjang 11 kilometer yang memang diperuntukkan bagi aktivitas tersebut.

Sejumlah warga menyambut positif kebijakan baru ini, melihatnya sebagai langkah yang tepat untuk mempertahankan nilai-nilai kesopanan dan keteraturan. Namun, ada pula suara-suara di kalangan warganet yang berpendapat bahwa pemerintah seharusnya lebih memprioritaskan masalah kriminalitas di kota. Terlepas dari perdebatan ini, poster-poster dengan slogan \"Di Les Sables d'Olonne, rasa hormat tidak ikut liburan\" telah tersebar luas, menandakan keseriusan pemerintah kota dalam menegakkan aturan ini.

Les Sables d'Olonne bukanlah satu-satunya kota di Eropa yang memberlakukan aturan serupa. Kota Arcachon di pesisir barat dan La Grande-Motte di bagian selatan Perancis juga telah menerapkan denda bagi mereka yang berpakaian terlalu terbuka di luar area pantai atau promenade tepi laut. Fenomena ini menunjukkan adanya tren yang berkembang di Eropa, di mana beberapa destinasi wisata mulai memberlakukan kode etik berpakaian yang lebih konservatif. Contoh paling mencolok adalah Malaga, Spanyol, yang pada tahun 2023 menetapkan denda hingga €750 bagi siapa saja yang berada di ruang publik tanpa busana atau hanya mengenakan pakaian dalam, bahkan memasang baliho untuk mengingatkan wisatawan agar menjaga kesopanan.

Dari sudut pandang seorang pengamat, kebijakan yang diterapkan di Les Sables d'Olonne ini menunjukkan sebuah evolusi dalam pengelolaan pariwisata, di mana fokus tidak hanya pada daya tarik wisata, tetapi juga pada keberlanjutan sosial dan budaya masyarakat lokal. Ini adalah pengingat penting bahwa kunjungan wisatawan harus selalu diimbangi dengan penghormatan terhadap norma-norma dan kebiasaan setempat. Meskipun mungkin terasa membatasi bagi sebagian pengunjung, langkah ini sebenarnya dapat menciptakan pengalaman yang lebih harmonis dan inklusif bagi semua pihak, memastikan bahwa pariwisata memberikan dampak positif tanpa mengikis identitas atau kenyamanan komunitas tuan rumah.