
Eastman Kodak Company, sebuah entitas yang pernah menjadi simbol kejayaan dalam industri fotografi, kini menghadapi tantangan serius terhadap keberlangsungan operasionalnya. Beban finansial yang berat, terutama tumpukan utang, menempatkan perusahaan berusia 133 tahun ini dalam posisi yang genting. Upaya restrukturisasi dan pergeseran strategis menjadi prioritas utama untuk mengatasi krisis ini dan mengamankan masa depan perusahaan.
Perusahaan ini secara transparan mengungkapkan \"keraguan substansial\" terkait kemampuannya untuk terus beroperasi, sebagaimana tercantum dalam laporan keuangan kuartal kedua tahun 2025. Meskipun James Continenza, CEO Kodak, menegaskan bahwa kebijakan tarif tidak berdampak signifikan terhadap kondisi keuangan perusahaan, beban utang tetap menjadi ancaman utama yang membayangi. Kodak berkomitmen untuk melunasi sebagian besar pinjaman sebelum jatuh tempo, bahkan telah menghentikan program pensiun pada November lalu untuk memperoleh likuiditas tambahan yang akan digunakan untuk tujuan tersebut.
George Eastman mendirikan Kodak pada tahun 1879, dengan paten pertamanya untuk mesin pelapisan pelat. Dengan slogan ikonik \"Anda menekan tombol, kami melakukan sisanya,\" Kodak sukses besar dan pada dekade 1970-an berhasil menguasai 90% pangsa pasar film dan 85% penjualan kamera di Amerika Serikat. Namun, kegagalan perusahaan untuk merangkul inovasi kamera digital, yang ironisnya pertama kali mereka ciptakan pada tahun 1975, menjadi titik balik yang fatal. Dominasi mereka runtuh, dan Kodak terpaksa mengajukan kebangkrutan pada tahun 2012 setelah kehilangan pangsa pasar yang signifikan akibat revolusi digital.
Perjalanan Kodak mengalami titik balik penting pada tahun 2020 ketika pemerintah menunjuknya untuk memproduksi bahan baku farmasi. Langkah ini membuka lembaran baru bagi perusahaan. Saat ini, Kodak bertekad untuk lebih memfokuskan diri pada pengembangan lini bisnis farmasi. CEO Continenza mengumumkan bahwa fasilitas produksi farmasi perusahaan telah terdaftar di FDA dan telah menerima sertifikasi yang diperlukan untuk memproduksi serta mendistribusikan produk farmasi yang teregulasi. Ini menunjukkan arah baru bagi perusahaan yang berupaya bangkit dari bayang-bayang masa lalu.
Dengan sejarah yang panjang dan penuh gejolak, Kodak terus beradaptasi. Dari puncak kejayaan di era fotografi analog hingga menghadapi tantangan digital dan kini beralih ke sektor farmasi, perusahaan ini menunjukkan ketangguhan dalam menghadapi perubahan pasar. Fokus pada inovasi dan adaptasi strategis menjadi kunci bagi Kodak untuk mengamankan keberlangsungannya dan membuka peluang baru di masa depan.
