Kinerja Keuangan GOTO Menguat: Pendapatan Naik, Beban Turun Drastis di Semester I-2025

Pada semester pertama tahun 2025, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) telah mencatat performa finansial yang mengesankan, ditandai dengan peningkatan pendapatan dan pengurangan signifikan dalam pengeluaran. Angka-angka ini menunjukkan arah positif perusahaan menuju perbaikan profitabilitas yang kuat. Transformasi strategis dalam pengelolaan biaya dan efisiensi operasional telah membuahkan hasil yang nyata, meletakkan fondasi yang kokoh untuk pertumbuhan berkelanjutan di masa mendatang.

Laporan keuangan yang dirilis pada 13 Agustus 2025 mengungkapkan bahwa GOTO berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp8,6 triliun. Angka ini menandai pertumbuhan impresif sebesar 11% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan pendapatan ini menjadi indikator kuat bahwa strategi bisnis perusahaan berada pada jalur yang tepat, mampu menarik lebih banyak pengguna dan transaksi di tengah dinamika pasar yang kompetitif.

Yang lebih menarik, peningkatan pendapatan ini diiringi dengan penurunan beban operasional yang signifikan. Untuk periode Januari hingga Juni 2025, total biaya dan beban GOTO tercatat sebesar Rp8,7 triliun, menurun 8% secara tahunan. Penurunan ini berasal dari berbagai pos, termasuk beban pokok pendapatan yang menyusut 2% menjadi Rp3,6 triliun, serta beban umum dan administrasi yang anjlok 22% menjadi Rp1,9 triliun. Upaya efisiensi juga terlihat pada beban penjualan dan pemasaran yang turun 7,1% menjadi Rp1,3 triliun. Selain itu, beban operasional dan pendukung berkurang 8% menjadi Rp462 miliar, sementara beban penyusutan dan amortisasi mengalami penurunan tajam sebesar 27% menjadi Rp356 miliar.

Dengan kombinasi pendapatan yang meningkat dan beban yang menurun drastis, kerugian operasional GOTO berhasil ditekan secara substansial, menyisakan hanya Rp172 miliar pada akhir Juni 2025. Angka ini merepresentasikan penyusutan luar biasa sebesar 90% dari kerugian operasional tahun sebelumnya. Dampak positif juga terlihat pada pos kerugian bersih entitas asosiasi dan ventura bersama, yang menyusut 88% menjadi Rp178 miliar. Hasil akhir dari upaya ini adalah kerugian bersih periode berjalan sebesar Rp742,0 miliar untuk semester pertama 2025, yang merupakan pemangkasan signifikan sebesar 74% dari kerugian Rp2,8 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Pencapaian ini menegaskan komitmen GOTO dalam mencapai titik impas dan profitabilitas di masa depan.

Secara keseluruhan, kinerja keuangan GOTO pada paruh pertama 2025 menunjukkan tren pemulihan yang kuat, dengan pendapatan yang tumbuh solid dan beban operasional yang terkendali. Ini adalah bukti efektivitas strategi perusahaan dalam meningkatkan efisiensi dan mengoptimalkan struktur biaya, sekaligus tetap menjaga pertumbuhan bisnis inti. Hasil ini memberikan sinyal positif bagi investor dan pasar mengenai potensi profitabilitas jangka panjang GOTO.