
Menjalani kehidupan yang panjang, sehat, dan penuh kebahagiaan adalah dambaan setiap individu. Meskipun waktu hidup tak dapat diramalkan, ada serangkaian praktik yang bisa dilakukan untuk meningkatkan peluang mencapai usia lanjut. Kisah inspiratif datang dari seorang kardiolog berusia 95 tahun di Osaka, Jepang, yang dengan bangga menyatakan bahwa ia menikmati hidup yang bahagia dan prima meskipun usianya mendekati satu abad.
Kakek ini membagikan delapan rutinitas yang diyakininya menjadi kunci umurnya yang panjang. Dimulai dengan aktivitas fisik yang konsisten, ia dan istrinya selalu memulai hari dengan berjalan kaki selama 30 hingga 60 menit, menempuh sekitar 7.000 langkah, yang bertujuan untuk membangkitkan semangat pagi. Setelah itu, mereka melanjutkan dengan latihan ringan, seperti peregangan, serta melatih kekuatan dan keseimbangan, menyesuaikan jenis latihan setiap hari agar tetap aktif tanpa memberikan beban berlebihan pada tubuh. Selain itu, menjaga koneksi sosial menjadi prioritas; mereka secara teratur menggunakan media sosial untuk berinteraksi dengan keluarga dan teman, yang terbukti meningkatkan kesehatan emosional dan mencegah kesepian, suatu kondisi yang sering melanda lansia.
Aspek penting lainnya dari rahasia panjang umurnya adalah ekspresi diri melalui tulisan dan seni. Sejak 2014, ia telah menulis ribuan postingan blog yang berisi pemikiran dan pengalamannya, serta rutin melukis potret diri yang membantunya memahami diri lebih dalam. Selama pandemi, ia bahkan mulai mengeksplorasi hobi baru seperti berkebun, mempelajari alat musik, dan mengasah keterampilan baru, menunjukkan bahwa eksplorasi diri tidak terbatas pada usia muda. Pola istirahat yang memadai juga krusial; kakek dan nenek ini secara konsisten menyempatkan diri untuk tidur siang dua kali sehari, menunjukkan kesadaran akan pentingnya memulihkan energi. Terakhir, mereka menikmati makanan lezat seperti daging, keju, dan anggur, namun tetap mengonsumsi hidangan sehat seperti kari sayuran ala Jepang, menggarisbawahi pentingnya keseimbangan dalam pola makan. Filosofi \"ikigai\" yang dianut masyarakat Jepang, yaitu menemukan tujuan hidup dan mengejarnya dengan penuh niat dan kebahagiaan, menjadi landasan bagi semua kebiasaan ini.
Gaya hidup yang proaktif, penuh makna, dan berpusat pada kesejahteraan holistik, seperti yang dipraktikkan oleh dokter lansia ini, menegaskan bahwa penuaan yang sehat bukan sekadar angan. Dengan menjaga fisik tetap aktif, memupuk hubungan sosial, menyalurkan kreativitas, terus belajar, beristirahat cukup, dan menikmati hidup dengan bijak, kita dapat meraih kualitas hidup yang optimal di setiap tahapan, menjadikannya inspirasi nyata bagi kita semua untuk mengejar kehidupan yang lebih baik.
