
Kisah Inspiratif: Dari Pengakuan Negara, Kekayaan Berlipat Ganda!
Dampak Penghargaan Presiden Terhadap Peningkatan Aset Haji Isam
Dalam beberapa hari terakhir, nilai aset bersih konglomerat ternama dari Kalimantan, Samsudin Andi Arsyad, yang akrab disapa Haji Isam, mengalami kenaikan dramatis. Lonjakan ini terjadi segera setelah ia dianugerahi tanda kehormatan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Perusahaan-perusahaan yang terafiliasi dengannya menyaksikan lonjakan harga saham yang luar biasa di pasar bursa.
Kenaikan Kekayaan Keluarga Haji Isam di Pasar Publik
Dalam kurun waktu dua hari, total kekayaan keluarga Haji Isam yang tercatat di perusahaan publik diperkirakan meningkat sebesar Rp 4,28 triliun. Peningkatan fantastis ini menempatkan total aset keluarga tersebut mendekati angka Rp 20 triliun, menunjukkan pengaruh besar pengakuan publik terhadap valuasi bisnisnya.
Pengakuan Nasional dan Jaringan Elit Bisnis Haji Isam
Pada awal pekan ini, Haji Isam termasuk di antara 140 tokoh yang menerima tanda jasa dan kehormatan dari Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara. Acara tersebut merupakan bagian dari perayaan HUT ke-80 Kemerdekaan RI. Nama Haji Isam, yang sebelumnya dikenal terbatas di kalangan pengusaha Kalimantan Selatan, kini semakin melambung tinggi di kancah nasional. Ia bahkan terlihat berbagi meja dengan para pemimpin bisnis terkemuka Indonesia, seperti Franky Oesman Wijaya dari Sinar Mas Group. Kehadirannya dalam peluncuran dana abadi RI Danantara, bersama konglomerat seperti Sugianto Kusuma (Agung Sedayu Group), Anthony Salim (Salim Group), James Riady (Lippo), Hilmi Panigoro (Medco Energy), Prajogo Pangestu (Barito Pacific), dan Tomy Winata, menandakan posisinya yang semakin penting. Tak hanya itu, Haji Isam juga pernah mendampingi Prabowo bertemu dengan salah satu orang terkaya dunia, Bill Gates, dalam kunjungan ke Indonesia.
Perjalanan Kekayaan Haji Isam: Dari Pengusaha Lokal Menuju Konglomerat Nasional
Meskipun namanya baru-baru ini mencuat di tingkat nasional, Haji Isam sebenarnya adalah pengusaha yang relatif baru dalam skala kekayaan triliunan. Asetnya mulai meroket signifikan dalam beberapa tahun terakhir, terutama setelah perusahaannya melantai di Bursa Efek Indonesia, meskipun sebagian besar kekayaannya masih berasal dari kepemilikan di perusahaan non-publik. Investasi Haji Isam di saham JARR, misalnya, telah melonjak 330% sepanjang tahun 2025 (year-to-date/YTD), mencapai Rp 1.335 per saham, dengan kapitalisasi pasar melebihi Rp 12,32 triliun. Secara tidak langsung, melalui PT Eshan Agro Sentosa (EAS), Haji Isam menguasai 91,11% saham JARR, yang kini bernilai sekitar Rp 9,73 triliun. Saham JARR saat ini sedang ditangguhkan oleh BEI karena kenaikan harga yang luar biasa. Selain itu, Haji Isam juga mengendalikan emiten infrastruktur dan penunjang tambang, Dana Brata Luhur (TEBE), melalui perusahaannya, PT Dua Samudera Perkasa (DSP), yang menguasai 76,91% saham TEBE. Nilai saham TEBE juga telah naik 112% sejak awal tahun, menambahkan Rp 1,31 triliun ke kekayaan Haji Isam. Di luar perusahaan publik, Haji Isam dikenal sebagai pebisnis tambang batu bara sejak 2001, yang kemudian berkembang ke sektor lain seperti penerbangan (Jhonlin Air Transport), logistik (Jhonlin Marine), dan biodiesel (Jhonlin Agromandiri). Ia bahkan merambah bisnis gula, yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada akhir 2020, menunjukkan keberanian dan visi investasinya.
Peningkatan Kekayaan Melalui Investasi Anak-anak Haji Isam
Kekayaan keluarga Haji Isam secara keseluruhan juga tumbuh pesat berkat kenaikan harga saham PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN), sebuah emiten kelapa sawit yang secara resmi dimiliki oleh kedua anaknya. Liana Saputri dan Jhony Saputra, anak-anak Haji Isam, melihat aset mereka meningkat tajam menyusul lonjakan signifikan harga saham PGUN. Pada perdagangan Rabu, 27 Agustus 2025, saham PGUN mencapai batas auto rejection atas (ARA), naik 24,92% menjadi Rp 1.980 per saham, dengan kenaikan YTD mencapai 367%, dan kapitalisasi pasar mencapai Rp 11,36 triliun. Kekayaan kedua anak Haji Isam ini diperkirakan mencapai Rp 8,71 triliun, naik dari Rp 6,36 triliun dua hari sebelumnya. Aset ini terutama berasal dari kepemilikan mereka di PT Citra Agro Raya (CAR) dan PT Araya Agro Lestari (AAL), yang masing-masing memiliki sekitar 38% saham PGUN. Total kekayaan Haji Isam dan anak-anaknya yang terkait dengan tiga perusahaan publik yang mereka kendalikan kini mencapai Rp 19,74 triliun, melampaui US$ 1 miliar. Penting untuk dicatat bahwa angka ini hanya mencakup aset di perusahaan publik, sementara Haji Isam masih memiliki portofolio bisnis yang sangat besar di perusahaan non-publik, termasuk di sektor pertambangan batu bara dan pelayara
