Investor Asing Memburu Saham Pilihan di Tengah Pelemahan IHSG

Artikel ini membahas pergerakan pasar saham Indonesia, khususnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), dan peran penting investor asing di dalamnya. Fokus utama adalah saham-saham yang menjadi target pembelian bersih investor global di tengah kondisi pasar yang tidak menentu.

Strategi Investasi Asing: Menemukan Peluang di Tengah Fluktuasi Pasar Saham

Dinamika Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) baru-baru ini menunjukkan tren penurunan setelah sempat menguat. Pada penutupan perdagangan Rabu (6/8/2025), IHSG tercatat melemah tipis sebesar 0,15%, mencapai posisi 7.503,75. Aktivitas transaksi di pasar sangat dinamis, dengan total nilai mencapai Rp 15,78 triliun. Sebanyak 28,56 miliar saham diperdagangkan dalam 1,9 juta kali transaksi, di mana 320 saham mengalami kenaikan, 270 saham turun, dan 215 saham tetap tidak berubah.

Intervensi Pembelian Bersih Investor Global di Pasar Modal

Di tengah pelemahan IHSG, investor dari luar negeri menunjukkan strategi yang berbeda. Mereka melakukan pembelian bersih yang substansial, dengan total senilai Rp432,89 miliar di seluruh segmen pasar. Lebih spesifik, pembelian bersih di pasar reguler mencapai Rp505,92 miliar, sementara di pasar negosiasi dan tunai, investor asing mencatatkan pembelian bersih sebesar Rp73,03 miliar. Aksi beli ini menjadi penopang di saat indeks mengalami koreksi.

Daftar Saham Pilihan yang Menjadi Target Pembelian Asing

Berdasarkan data dari Stockbit, berikut adalah sepuluh saham yang paling banyak dibeli oleh investor asing saat IHSG terkoreksi:

  1. PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) - Rp233,59 miliar
  2. PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) - Rp173,59 miliar
  3. PT MD Entertainment Tbk. (FILM) - Rp104,61 miliar
  4. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) - Rp49,52 miliar
  5. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) - Rp45,60 miliar
  6. PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA) - Rp42,88 miliar
  7. PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) - Rp34,92 miliar
  8. PT United Tractors Tbk. (UNTR) - Rp33,72 miliar
  9. PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) - Rp33,55 miliar
  10. PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) - Rp29,32 miliar