
Pasar saham Indonesia memulai pekan dengan kinerja yang kurang memuaskan, ditandai oleh penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Penurunan ini sebagian besar dipicu oleh aktivitas penjualan signifikan dari investor luar negeri, yang secara kolektif melepas sejumlah besar kepemilikan saham mereka. Kondisi ini mencerminkan kehati-hatian investor global terhadap dinamika pasar domestik, memicu tekanan jual pada berbagai sektor.
Pada hari Selasa, 19 Agustus 2025, IHSG menutup perdagangan dengan pelemahan sebesar 0,45%, atau turun 35,43 poin, mengakhiri sesi di level 7.862,95. Nilai transaksi harian mencapai Rp 18,56 triliun, melibatkan perputaran sekitar 40 miliar lembar saham dalam 2,18 juta transaksi. Meskipun demikian, jumlah saham yang mengalami kenaikan masih lebih banyak (405 saham) dibandingkan dengan yang turun (242 saham), sementara 155 saham stagnan.
Investor asing mencatatkan penjualan bersih yang substansial, mencapai Rp 863,00 miliar di seluruh pasar. Khususnya di pasar reguler, penjualan bersih investor asing mencapai Rp 1,07 triliun. Aksi jual juga terjadi di pasar negosiasi dan tunai, dengan penjualan bersih sebesar Rp 205,80 miliar. Pergerakan ini mengindikasikan adanya pergeseran strategi portofolio oleh investor asing di tengah ketidakpastian pasar.
Analisis data dari Stockbit menunjukkan sepuluh saham yang paling banyak dilepas oleh investor asing pada periode tersebut. Saham-saham ini meliputi PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) dengan penjualan mencapai Rp 141,71 miliar, diikuti oleh PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) sebesar Rp 63,71 miliar, dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) senilai Rp 58,90 miliar. Daftar ini juga mencakup PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) dengan Rp 56,17 miliar, PT Wir Asia Tbk. (WIRG) dengan Rp 39,01 miliar, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) dengan Rp 35,00 miliar, dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) dengan Rp 32,09 miliar. Selain itu, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) mengalami penjualan Rp 28,98 miliar, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) Rp 28,51 miliar, dan PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) sebesar Rp 27,55 miliar.
Penjualan masif saham-saham unggulan oleh investor asing ini memberikan gambaran tentang tekanan yang dihadapi IHSG. Meskipun demikian, volume transaksi yang tinggi menunjukkan dinamika pasar yang aktif, di mana investor domestik mungkin mengambil kesempatan untuk mengakumulasi saham-saham yang dilepas oleh pihak asing.
