Investor Asing Banjiri Bursa Saham Indonesia Usai Pemotongan Suku Bunga BI

Laporan ini membahas respons pasar saham Indonesia terhadap kebijakan Bank Indonesia yang menurunkan suku bunga acuan, dengan fokus pada aktivitas investor asing dan saham-saham yang menjadi target pembelian utama.

Investor Asing Mendominasi, IHSG Menguat Setelah Suku Bunga Dipangkas!

Gelombang Optimisme di Pasar Modal Indonesia

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa impresif dengan menutup perdagangan di zona positif, menyusul pengumuman Bank Indonesia (BI) mengenai penurunan suku bunga acuan menjadi 5%. Pada hari Rabu (20/8/2025), IHSG berhasil menguat 1,03%, atau sekitar 80,87 poin, sehingga mencapai level 7.943,82. Kenaikan ini menandai respons positif pasar terhadap sinyal kebijakan moneter yang lebih akomodatif.

Dinamika Transaksi dan Partisipasi Investor Global

Aktivitas perdagangan di bursa mencatat volume transaksi yang substansial, mencapai Rp20,2 triliun. Angka ini melibatkan perputaran 41,02 miliar saham dalam 2,33 juta kali transaksi, menunjukkan likuiditas pasar yang tinggi. Data menunjukkan bahwa 428 saham mengalami kenaikan harga, sementara 230 saham menurun, dan 148 saham lainnya tidak mengalami perubahan signifikan. Fenomena menarik lainnya adalah dominasi investor global yang melakukan pembelian bersih senilai Rp766,54 miliar di seluruh segmen pasar, dengan Rp775,29 miliar di antaranya terjadi di pasar reguler. Meskipun demikian, tercatat juga penjualan bersih sebesar Rp8,76 miliar di pasar negosiasi dan tunai.

Daftar Saham Pilihan Investor Asing Pasca-Kebijakan BI

Penurunan suku bunga oleh Bank Indonesia memicu minat beli investor asing terhadap beberapa emiten papan atas. Berdasarkan data Stockbit, berikut adalah daftar 10 saham yang paling banyak diborong investor asing setelah pengumuman tersebut:

  1. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) - Rp333,51 miliar
  2. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) - Rp302,79 miliar
  3. PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) - Rp237,43 miliar
  4. PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) - Rp101,73 miliar
  5. PT Astra International Tbk. (ASII) - Rp90,20 miliar
  6. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) - Rp53,29 miliar
  7. PT Eagle High Plantations Tbk. (BWPT) - Rp48,74 miliar
  8. PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) - Rp44,55 miliar
  9. PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) - Rp26,31 miliar
  10. PT United Tractors Tbk. (UNTR) - Rp21,08 miliar