IHSG Berfluktuasi, Investor Buru Saham WIRG dan COIN

Pada sesi perdagangan pertama hari Jumat, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan stabilitas yang relatif, meskipun ada pergerakan minor yang menarik perhatian. Di tengah pasar yang cenderung datar, beberapa saham berhasil mencuri fokus investor dengan volume transaksi yang signifikan. Dinamika pasar ini juga dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi baik dari dalam negeri maupun global, yang menjadi pertimbangan utama bagi para pelaku pasar.

Sentimen makroekonomi turut memegang peranan penting dalam pergerakan IHSG. Data neraca pembayaran dan angka uang beredar dari dalam negeri memberikan gambaran mengenai kondisi likuiditas ekonomi. Sementara itu, dari kancah global, pidato Ketua The Fed menjadi sorotan utama, karena isyarat dari bank sentral AS ini dapat membentuk ekspektasi pasar terkait kebijakan moneter dan dampaknya terhadap pasar keuangan di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Fluktuasi IHSG dan Saham Unggulan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi pertama perdagangan Jumat, 22 Agustus 2025, menunjukkan pergerakan yang sangat terbatas, hampir tidak mengalami perubahan signifikan. Meskipun demikian, sejumlah saham berhasil menarik perhatian besar dari investor, menjadi target utama pembelian. Pergerakan minor pada IHSG ini mencerminkan sikap hati-hati pasar, namun minat terhadap saham tertentu tetap tinggi.

Di tengah konsolidasi IHSG yang nyaris tidak bergerak, hanya turun tipis 0,03% atau 2,3 poin ke level 7.888,42, aktivitas perdagangan menunjukkan nilai transaksi mencapai Rp 7,85 triliun. Dua saham, yakni WIRG dan COIN, menjadi primadona dengan lonjakan minat beli yang luar biasa. WIRG mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp 1,25 triliun dan melesat 21,24% menjadi 234. Sementara itu, COIN, yang baru melantai pada 9 Juli 2025, membukukan transaksi Rp 1,02 triliun dan melonjak 19,28% ke level 1.825. Fenomena ini menunjukkan bahwa meskipun indeks secara keseluruhan stagnan, ada peluang besar yang dimanfaatkan oleh investor pada saham-saham tertentu yang menunjukkan momentum positif.

Sentimen Ekonomi Domestik dan Global

Pergerakan pasar saham pada hari ini tidak hanya dipengaruhi oleh kinerja saham individu, tetapi juga oleh sejumlah sentimen ekonomi penting dari dalam dan luar negeri. Para pelaku pasar memantau ketat indikator-indikator ekonomi yang dapat memberikan petunjuk arah kebijakan moneter dan kondisi pasar di masa mendatang, menjadikan setiap rilis data dan pernyataan penting sebagai faktor penentu.

Dari ranah domestik, perhatian tertuju pada data Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) kuartal II-2025 yang kembali mencatat defisit besar, serta rilis data uang beredar (M2) Juli 2025 yang akan memberikan indikasi mengenai likuiditas perekonomian. Sementara itu, fokus investor global beralih ke Jackson Hole Economic Symposium, di mana pidato Ketua The Fed Jerome Powell sangat dinantikan. Setiap perkataan Powell akan dianalisis untuk petunjuk mengenai arah kebijakan moneter Amerika Serikat, terutama terkait kecepatan dan skala pemangkasan suku bunga di masa depan. Pasar menilai peluang The Fed untuk menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan berikutnya mencapai sekitar 85%. Oleh karena itu, arah kebijakan Powell di Jackson Hole diperkirakan akan menjadi katalis utama yang menggerakkan pasar keuangan global, termasuk pasar Indonesia, sepanjang pekan ini.