
Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) telah menjalin kemitraan strategis dengan perusahaan Prancis, Bel, untuk secara kolektif mengambil alih kendali PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU). Kolaborasi ini dirancang untuk mendorong pengembangan sektor keju di Indonesia, memadukan keahlian kedua perusahaan untuk menciptakan inovasi produk yang unggul. Kesepakatan ini, yang ditandai dengan penandatanganan perjanjian induk, diharapkan akan memperkuat posisi MBR di pasar keju nasional.
Meskipun demikian, setelah pengumuman kemitraan ini, saham KEJU mengalami fluktuasi yang signifikan. Sempat melonjak tajam, nilai saham tersebut kemudian mengalami koreksi. Kondisi ini mencerminkan dinamika pasar yang merespons berita akuisisi, sekaligus menunjukkan sentimen investor terhadap prospek bisnis keju di bawah kendali bersama Garudafood dan Bel.
Kemitraan Strategis Garudafood dan Bel
PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk. (GOOD) dan Bel, sebuah perusahaan ternama asal Prancis, telah mengumumkan rencana akuisisi mayoritas saham PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU) atau MBR. Perjanjian awal telah ditandatangani pada 6 Agustus 2025, menandai langkah krusial dalam upaya mereka untuk menjadi pengendali bersama MBR. Kemitraan ini dipandang sebagai upaya strategis untuk memperkuat kehadiran mereka di pasar keju Indonesia. Melalui kolaborasi ini, Bel akan diberikan hak pengelolaan tertentu yang memungkinkan mereka, bersama Garudafood, untuk menentukan arah kebijakan finansial dan operasional MBR. Ini adalah langkah yang diperhitungkan untuk mengoptimalkan potensi pasar keju di Indonesia.
Tujuan utama dari aliansi korporasi ini adalah untuk memupuk sinergi antara Bel dan Garudafood dalam memajukan industri keju domestik. Dengan memanfaatkan pengalaman Bel yang luas dalam produksi keju dan camilan berbahan dasar keju, kedua perusahaan bertekad untuk memperkenalkan produk keju yang lebih inovatif dan berkualitas tinggi ke pasar Indonesia. Kerja sama ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan bisnis keju MBR secara signifikan, sekaligus memperkaya pilihan produk bagi konsumen. Penting untuk dicatat bahwa manajemen menegaskan transaksi ini bukanlah afiliasi atau material, sehingga tidak berdampak negatif pada operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan.
Dampak Pasar dan Prospek KEJU
Pengumuman kemitraan antara Garudafood dan Bel memiliki dampak langsung pada kinerja saham KEJU di bursa efek. Pada awal pekan, saham KEJU sempat menunjukkan kenaikan yang luar biasa, mencapai 24,63% dan menyentuh level 835 pada Senin (4/8/2025). Kenaikan ini mengindikasikan respons positif dari pasar terhadap potensi pertumbuhan dan inovasi yang dijanjikan oleh akuisisi ini. Namun, euforia tersebut tidak berlangsung lama. Pada sesi perdagangan berikutnya hingga saat ini, saham KEJU mengalami koreksi yang cukup signifikan.
Hingga pukul 11.30 WIB, saham KEJU telah merosot sebesar 1,39% menjadi 710. Jika dibandingkan dengan harga penutupan di awal pekan, saham ini telah terkoreksi sekitar 14,97%. Fluktuasi ini menunjukkan volatilitas pasar yang cukup tinggi dalam merespons berita akuisisi, meskipun fundamental perusahaan tetap kuat. Saat ini, Garudafood menguasai 66,07% saham KEJU, sementara 8,28% sisanya dimiliki oleh publik. Penurunan harga saham pasca-pengumuman ini mungkin mencerminkan reaksi normal pasar terhadap keuntungan awal yang terlalu optimis atau mungkin karena investor mengambil keuntungan. Namun, dengan prospek kolaborasi yang kuat dan fokus pada inovasi produk, KEJU diperkirakan akan menemukan kembali momentum positif dalam jangka panjang.
