
Berita terkini dari pasar modal kembali menyoroti transaksi divestasi saham oleh jajaran direksi PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN), sebuah entitas pertambangan terkemuka. Kali ini, David Alexander Gibbs, salah satu direktur perusahaan, tercatat telah menjual kepemilikan sahamnya yang bernilai puluhan miliar rupiah. Peristiwa ini terjadi tak lama setelah direksi lain, Lal Naveen Chandra, juga melakukan penjualan saham dengan nilai yang jauh lebih besar.
Detail Transaksi Penjualan Saham oleh Direksi AMMN
Pada tanggal 8 Agustus 2025, David Alexander Gibbs, seorang direktur di PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN), melakukan penjualan sebanyak 3.536.500 lembar saham biasa. Transaksi ini dieksekusi di harga Rp8.635 per lembar, menghasilkan total dana sebesar Rp30,53 miliar. Menurut keterangan resmi yang disampaikan melalui keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia, alasan di balik penjualan ini adalah untuk keperluan investasi pribadi. Sebelum transaksi ini, David Gibbs memiliki 11.536.500 saham, setara dengan 0,016% dari total kepemilikan perusahaan. Setelah penjualan, kepemilikannya menyusut menjadi 8 juta saham atau sekitar 0,011%.
Peristiwa ini bukan yang pertama terjadi di jajaran direksi AMMN. Sebelumnya, Lal Naveen Chandra, direksi lain di perusahaan pertambangan emas dan tembaga tersebut, juga telah melepas 26 juta saham perseroan pada tanggal 7 Agustus 2025. Penjualan oleh Naveen Chandra, seorang warga negara India, dilakukan pada harga Rp8.828 per saham, dengan total nilai mencapai Rp229,53 miliar. Sebelum transaksi tersebut, Naveen menggenggam 79.056.600 saham, yang merepresentasikan 0,109% hak suara di AMMN. Pasca penjualan, kepemilikannya turun menjadi 53.056.600 saham, dengan hak suara yang kini sebesar 0,073%.
Di tengah kabar penjualan saham oleh para direksinya, kinerja saham AMMN di pasar bursa menunjukkan respons yang bervariasi. Pada perdagangan tanggal 15 Agustus 2025, pukul 09.36 WIB, saham AMMN tercatat naik tipis sebesar 0,29% ke level Rp8.575. Dengan harga tersebut, kapitalisasi pasar perusahaan mencapai angka yang mengesankan, yaitu Rp625,47 triliun.
Refleksi dan Pandangan terhadap Pergerakan Saham Direksi
Serangkaian penjualan saham oleh direksi sebuah perusahaan besar seperti AMMN selalu menarik perhatian investor dan analis pasar. Meskipun David Gibbs menyatakan tujuannya adalah untuk investasi pribadi, penjualan saham oleh manajemen puncak seringkali memicu spekulasi mengenai prospek perusahaan di masa depan. Dalam kasus ini, dua direktur utama melepas sebagian besar kepemilikan mereka dalam waktu yang berdekatan. Ini bisa diinterpretasikan sebagai langkah diversifikasi portofolio pribadi, namun juga bisa menimbulkan pertanyaan di kalangan investor tentang keyakinan internal terhadap pertumbuhan jangka panjang perusahaan. Penting bagi perusahaan untuk menjaga transparansi dan memberikan penjelasan yang memadai atas setiap transaksi signifikan oleh jajaran direksi, agar kepercayaan pasar tetap terjaga. Investor perlu mencermati lebih lanjut apakah ada pola tertentu atau hanya sekadar kebutuhan likuiditas pribadi yang mendasari keputusan ini.
