
Dalam ajang LPS Financial Festival 2025 yang berlangsung di Surabaya, Chairul Tanjung, sosok terkemuka di balik CT Corp, menyoroti kecenderungan generasi muda saat ini yang mendambakan segala sesuatu yang serba cepat dan instan. Beliau menyampaikan bahwa pola pikir ini dapat menjadi jebakan, terutama dalam hal pengelolaan finansial. Fenomena 'mie instan' yang ia sebutkan secara metaforis menggambarkan keinginan untuk mencapai hasil besar tanpa melalui proses yang semestinya, sebuah pandangan yang perlu diluruskan.
CT menegaskan bahwa tidak ada jalan pintas menuju kemakmuran yang sejati; keberhasilan finansial, seperti halnya tangga, harus dinaiki satu per satu. Ia memperingatkan agar tidak mudah tergiur oleh tawaran yang 'terlalu indah untuk menjadi kenyataan' karena hal tersebut seringkali merupakan modus penipuan. Menurutnya, sifat serakah dan keinginan untuk mendapatkan kekayaan secara kilat adalah akar dari masalah finansial yang merugikan. Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk membangun kekayaan secara bertahap, dengan fondasi yang kuat.
Perjuangan, dedikasi, dan pengorbanan adalah kunci untuk mencapai stabilitas finansial. Setiap pencapaian, besar maupun kecil, adalah hasil dari keringat dan terkadang air mata yang telah dicurahkan. Sikap ini mengajarkan kita untuk menghargai setiap langkah dalam perjalanan mencapai tujuan, bukan hanya fokus pada hasil akhir. Dengan demikian, kita dapat membangun masa depan yang lebih kokoh dan terhindar dari godaan jalur instan yang menyesatkan.
Pesan dari Chairul Tanjung ini menjadi pengingat yang kuat bagi kita semua, khususnya generasi penerus, bahwa nilai-nilai ketekunan, integritas, dan kesabaran adalah aset tak ternilai dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam mengelola dan mengembangkan kekayaan. Dengan berpegang teguh pada prinsip-prinsip ini, kita tidak hanya membangun kemapanan finansial, tetapi juga karakter yang tangguh dan bertanggung jawab, yang akan membawa dampak positif bagi diri sendiri dan masyarakat.
