Bank Mandiri Menjelaskan Penundaan Laporan Keuangan Tengah Tahun 2025

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) memberikan penjelasan mengenai keterlambatan publikasi laporan keuangan untuk paruh pertama tahun 2025. Hal ini disampaikan dalam sesi Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR. Penundaan ini terkait erat dengan strategi perusahaan untuk menerbitkan obligasi pada kuartal keempat tahun ini, di mana laporan keuangan yang sedang diaudit akan menjadi fondasi utama. Sebelumnya, Bank Mandiri telah mencatatkan sukses besar dengan penerbitan Global Bond senilai US$800 juta, menunjukkan kuatnya posisi finansial dan kepercayaan investor terhadap bank.

Penjelasan Penundaan Laporan Keuangan

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menyampaikan alasan di balik belum dirilisnya laporan keuangan untuk periode enam bulan pertama tahun 2025. Penjelasan ini diberikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang diselenggarakan oleh Komisi VI DPR pada hari Kamis, 21 Agustus 2025. Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, mengemukakan bahwa keputusan ini diambil karena perusahaan sedang dalam proses persiapan untuk menerbitkan obligasi pada kuartal IV-2025.

Riduan menjelaskan bahwa laporan keuangan per Juni 2025 saat ini sedang menjalani proses audit oleh kantor akuntan publik. Audit ini merupakan langkah krusial karena laporan tersebut akan menjadi dasar informasi bagi calon investor dalam penawaran umum berkelanjutan obligasi yang akan datang. Proses ini memastikan transparansi dan akurasi data finansial yang akan disajikan kepada publik, sejalan dengan regulasi pasar modal. Dengan demikian, penundaan ini adalah bagian dari strategi finansial yang lebih besar untuk mendukung ekspansi bisnis Bank Mandiri melalui penerbitan instrumen utang.

Strategi Keuangan dan Penerbitan Obligasi

Sebagai bagian dari strategi keuangan mereka, Bank Mandiri (BMRI) tengah mempersiapkan penawaran umum berkelanjutan obligasi yang dijadwalkan pada kuartal IV-2025. Proses ini memerlukan laporan keuangan yang telah diaudit secara menyeluruh, khususnya untuk periode Juni 2025, yang kini sedang dalam tahap finalisasi audit oleh akuntan publik. Keterlambatan dalam penerbitan laporan keuangan semester I-2025 merupakan konsekuensi langsung dari prioritas ini, demi memastikan bahwa data yang disajikan kepada investor adalah yang terbaru dan paling akurat untuk prospektus obligasi.

Bank Mandiri memiliki rekam jejak yang kuat dalam penggalangan dana melalui pasar utang internasional. Pada Maret sebelumnya, Bank Mandiri berhasil mengumpulkan dana sebesar US$800 juta melalui penerbitan Global Bond. Penerbitan ini merupakan bagian integral dari Program Euro Medium Term Note Bank Mandiri yang bernilai total US$4 miliar dan diterbitkan dalam format Regulation S. Keberhasilan ini menyoroti kembalinya Bank Mandiri ke pasar surat utang internasional setelah tahun 2023. Transaksi obligasi Global Bond tersebut mencatat oversubscription sebanyak 3,5 kali dari total yang ditawarkan, menunjukkan tingginya minat investor. Surat utang berjangka 3 tahun ini diterbitkan dengan tingkat kupon 4,90% dan dicatatkan di Singapore Exchange. Dana yang terkumpul dari penerbitan surat utang ini akan dialokasikan untuk mendukung pengembangan bisnis perseroan. Direktur Treasury dan International Banking Bank Mandiri, Eka Fitria, menegaskan bahwa transaksi ini menandai penerbitan surat utang dalam mata uang dolar AS dengan nominal terbesar yang pernah dilakukan oleh bank di Indonesia, sekaligus mencatat spread paling tipis dalam sejarah penerbitan Global Bond Bank Mandiri, yaitu US Treasury (UST) 3 Tahun + 113 bps.