
Aplikasi perbankan digital BYOND milik PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) baru-baru ini menghadapi kendala teknis yang signifikan, mengakibatkan ketidaknyamanan bagi para penggunanya. Gangguan ini, yang berlangsung lebih dari satu hari, memicu gelombang keluhan di platform media sosial, khususnya X (sebelumnya Twitter). Keluhan utama yang disampaikan oleh nasabah berkisar pada terhambatnya proses transaksi esensial seperti pembelian token listrik dan pembayaran melalui QRIS, yang berdampak langsung pada aktivitas ekonomi harian mereka.
Banyak pengguna mengungkapkan rasa frustrasi mereka, terutama karena gangguan serupa dilaporkan sering terjadi setiap awal bulan, periode di mana aktivitas transaksi perbankan cenderung meningkat seiring dengan pembayaran gaji. Situasi ini diperparah dengan pandangan bahwa pemindahan layanan dari aplikasi lama BSI Mobile ke BYOND justru menurunkan kualitas pengalaman pengguna. Beberapa nasabah bahkan menyuarakan tuntutan untuk kompensasi atas kerugian dan ketidaknyamanan yang mereka alami akibat seringnya gangguan sistem.
Menanggapi situasi ini, Wakil Direktur Utama BSI, Bapak Bob Tyasika Ananta, memberikan penjelasan resmi. Beliau menyatakan bahwa gangguan tersebut merupakan hasil dari upaya optimalisasi sistem yang sedang berlangsung, yang diperlukan untuk menyesuaikan diri dengan volume transaksi yang sangat tinggi, khususnya di awal bulan. Untuk meminimalkan dampak gangguan terhadap nasabah, Bapak Ananta merekomendasikan penggunaan saluran transaksi alternatif yang disediakan oleh BSI, seperti BSI Mobile, ATM BSI, Agen BSI, atau BSI Netbanking. Beliau juga menegaskan pentingnya kewaspadaan nasabah terhadap potensi penipuan, mengimbau mereka untuk tidak pernah memberikan informasi sensitif seperti PIN, OTP, atau kata sandi kepada siapapun, termasuk staf BSI, dan selalu berhati-hati terhadap informasi palsu mengenai perubahan tarif layanan.
Insiden gangguan layanan ini menyoroti tantangan yang dihadapi oleh penyedia layanan perbankan digital dalam memastikan stabilitas dan keandalan sistem mereka di tengah peningkatan volume transaksi. Bagi BSI, kejadian ini menjadi momentum krusial untuk mengevaluasi dan memperkuat infrastruktur teknologinya agar dapat memberikan pengalaman perbankan yang mulus dan tanpa hambatan bagi seluruh nasabahnya.
