



Peresean: Tradisi Kuno yang Menginspirasi Keberanian dan Kekaguman
Menguak Keunikan Seni Bela Diri Khas Suku Sasak
Suku Sasak, penduduk asli Nusa Tenggara Barat (NTB), memiliki warisan seni bela diri yang tak tertandingi bernama Peresean. Tradisi ini melibatkan dua individu, yang dikenal sebagai 'pepadu' atau petarung, yang terlibat dalam pertarungan sengit menggunakan tongkat rotan yang disebut 'pecut' dan perisai yang terbuat dari kulit kerbau, atau 'ende'. Peresean lebih dari sekadar pertarungan fisik; itu adalah perayaan ketangkasan, kehormatan, dan keberanian yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.
Kunjungan Wakil Presiden Gibran: Saksi Mata Kekuatan Tradisi
Dalam lawatan kerjanya ke Nusa Tenggara Barat, Wakil Presiden Gibran Rakabuming menyempatkan diri untuk menikmati langsung pertunjukan Peresean. Acara yang digelar di Lapangan Rembige ini menampilkan para petarung yang memukau, melakoni adu ketangkasan yang disertai alunan melodi musik tradisional Sasak. Pertunjukan ini berhasil menciptakan atmosfer magis, di mana setiap gerakan petarung—mulai dari serangan yang cepat, penghindaran yang gesit, hingga balasan pukulan yang lincah—menarik perhatian penonton, termasuk Wapres Gibran.
Aturan dan Spirit Pertarungan dalam Peresean
Momen dramatis terjadi ketika seorang petarung terkena sabetan rotan di area wajah, menyebabkan darah mengucur. Kejadian ini sontak membuat Wakil Presiden Gibran terkesiap, menunjukkan intensitas dan realisme pertarungan. Wasit segera menghentikan pertarungan dengan meniup peluit, menjelaskan kepada Wapres bahwa sesuai aturan Suku Sasak, pertarungan harus dihentikan jika ada petarung yang mengeluarkan darah dari kepala, menegaskan integritas dan keselamatan dalam tradisi ini.
Perjalanan Historis dan Nilai Kultural Peresean
Peresean awalnya adalah sebuah ritual latihan pedang yang dilakukan oleh para pejuang sebelum mereka berangkat ke medan perang. Seiring berjalannya waktu, praktik ini bertransformasi menjadi bentuk kesenian dan kompetisi yang sering diadakan dalam rangka perayaan penting, seperti peringatan Hari Kemerdekaan atau menjelang bulan suci Ramadan. Peresean kini bukan sekadar pameran keterampilan; ia adalah representasi hidup dari keberanian dan semangat juang tanpa henti yang melekat kuat dalam identitas Suku Sasak.
