
Lonjakan harga saham DEWA yang luar biasa telah menarik perhatian para pelaku pasar, memicu spekulasi dan analisis mendalam. Di tengah euforia kenaikan ini, terungkap strategi cerdas dari pemegang saham utama yang berhasil merealisasikan keuntungan besar. Dinamika ini memberikan gambaran tentang bagaimana pergerakan harga yang cepat dapat dimanfaatkan oleh investor berpengalaman.
Peristiwa penjualan saham oleh PT Madhani Talatah Nusantara, yang merupakan pemegang saham mayoritas DEWA, menandai sebuah fase baru bagi emiten ini. Transaksi ini tidak hanya mencerminkan keberhasilan Madhani dalam mengoptimalkan investasi mereka, tetapi juga berpotensi memengaruhi sentimen pasar dan struktur kepemilikan DEWA ke depannya.
Strategi Penjualan di Puncak Kenaikan
Sejak periode April 2025, saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) telah mengalami lonjakan yang luar biasa, mencapai peningkatan nilai hingga 162,79% dari level terendah tahunannya. Di tengah kenaikan yang impresif ini, PT Madhani Talatah Nusantara, sebagai pemegang saham mayoritas, mengambil langkah strategis dengan melepas sebagian besar kepemilikannya. Penjualan ini mengindikasikan adanya kesempatan bagi investor besar untuk mengunci keuntungan yang signifikan setelah periode pertumbuhan harga yang pesat.
Laporan dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada 8 Agustus 2025 mencatat bahwa kepemilikan Madhani atas saham DEWA berkurang sebanyak 2.638.917.000 lembar, menyebabkan persentase kepemilikan mereka turun dari 19,58% menjadi 13,09%. Pada hari yang sama, harga penutupan saham DEWA berada di level 222. Dengan perhitungan ini, diperkirakan Madhani berhasil meraup sekitar Rp 585,84 miliar dari penjualan saham tersebut. Ini merupakan sebuah langkah cerdas yang menunjukkan manajemen risiko dan realisasi keuntungan yang efektif di tengah momentum positif pasar.
Keuntungan Fantastis dari Investasi Jangka Pendek
Langkah investasi Madhani di DEWA dimulai melalui skema penempatan pribadi (private placement) pada Februari 2025, di mana mereka mengakuisisi 10,93 miliar saham Seri B dengan harga pelaksanaan 75 per lembar saham, mengukuhkan 24,81% kepemilikan awal. Dengan harga saham DEWA yang melonjak signifikan, investasi awal Madhani telah membuahkan hasil yang luar biasa. Keuntungan yang direalisasikan dari penjualan saham tersebut menunjukkan potensi besar dari strategi investasi yang tepat waktu dan terencana.
Diperkirakan, Madhani memperoleh keuntungan sekitar Rp 387,92 miliar dari keseluruhan transaksi ini, sebuah angka yang mencerminkan keberhasilan strategi investasi mereka di tengah kondisi pasar yang menguntungkan. Struktur kepemilikan DEWA saat ini juga menunjukkan diversifikasi, dengan PT Andhesti Tungkas menguasai 11,76%, Goldwave Capital Limited 9,38%, PT Antareja Mahada Makmur 9,72%, dan sisanya 41,9% tersebar di masyarakat. Sementara itu, Nirwan Dermawan Bakrie, melalui Zurich Asset International, tetap menjadi pemegang manfaat terakhir dengan 6,18% kepemilikan, menyoroti kompleksitas dan dinamika kepemilikan dalam pasar modal.
